Jumat, 18 Maret 2011

Cinta, Cita dan Wanita (Bunda)

Teringat masa itu, dimana Lia kecil selalu berusaha mengintip kamar tidur ibu-ayahnya sebelum terlelap tidur dan berusaha melihat gerakan naik-turun perut ibunya, dan mendengar dengkuran ayahnya. Kemudian tersenyum dan berucap syukur dalam hati setelah terdengar dengkuran dan gerakan orang tuanya. Setelah itu ia kembali ke kamar, berdoa agar esok pagi masih bisa melihat masakan ibunya. Mungkin itu salah satu ungkapan rasa sayang Lia pada orang tuanya. Pernahkah kalian berbuat seperti dia?

Pernahkah kita menghitung berapa liter beras dan berapa jenis makanan yang telah dimasak oleh seorang ibu untuk anaknya, berapa kali melihat tangan seorang ayah terangkat ketika berdoa, dan berapa banyak air mata mengalir ketika sujud mendoakan kebahagiaan dan keselamatan anak-anaknya? Mungkin bagi sebagian orang hal-hal itu tampak terlalu berlebihan, tapi coba renungkan bahwa apa yang telah mereka berikan kepada kita tak akan pernah impas dengan hal-hal yang kita lakukan untuk menunjukkan rasa cinta kasih kita.

Ketika sahabat Rasulullah berthawaf mengelilingi ka'bah sambil menggendong ibunya yang sudah sepuh, ia bertanya pada Rasul,"Sudahkah terbayar lunas semua jerih payah ibuku, Ya Rasulullah?"Rasulullah menjawab, "Tidak, bahkan untuk menandingi rasa sakitnya saat melahirkanmu pun tidak terbayar.".

Bagaimana cara kita membalas semua kebaikan dan cinta ibu kita? Ridlollohu ridlo walidain, ridho Allah terletak pada ridho kedua orang tua. Maka, raihlah ridho orang tuamu, utamakan ibumu, ibumu, ibumu, kemudian ayahmu. Cintailah mereka (seperti mereka mencitaimu sejak kecil).

Seorang ibu, seperti tangan dan mata, kedua jauh tetapi tak terpisahkan, disaat mata menangis, tangan yang akan mengusap, disaat tangan terluka mata akan menangis. Ibu akan selalu melindungi anaknya dengan segenap kekuatannya. Mungkin cinta kasih inilah yang menginspirasi pembuat novel terkenal, J.K Rowling, membuat cerita tentang cinta kasih ibu yang tak terkalahkan oleh sihir jahat Voldemort untuk melindungi bayinya, Harry Potter.

Ibu, maafkan aku yang seakan tak pedulikanmu…
Ibu, maafkan aku yang seakan tak tahu bahwa engkau selalu melafalkan namaku disetiap doamu…
Ibu, terima kasih engkau masih mau mempedulikanku…
Ibu, terima kasih engkau masih mau mendoakan aku…
Ibu, pasti ku kan terus memperdulikanmu…
Ibu, pasti ku kan untuk terus mendoakanmu…

Robbigh firli waliwalidayya,warhamhuma kamaa Robbayani shoghiro”, Walaupun jauh diperantauan, tak bisa mendengar detak jantung, dengkuran, dan nafas ibu-ayah, ku akan selalu mendoakan kalian tiap malam…

Maaf, dan terima kasih selamanya…

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More